
Tara mengeksplorasi pemanfaatan sampah dari kulit sayuran petai untuk membuat sebuah material baru sebagai alternatif pengganti kayu di masa depan.
Produksi petai terus meningkat dari tahun ke tahun, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi petai di seluruh Indonesia mencapai 216,194 ton pada tahun 2014. Dari keseluruhan tanaman petai yang dapat dikonsumsi hanyalah bijinya yang memiliki banyak manfaat baik untuk dikonsumsi langsung maupun di ekstrak. Tetapi kulit petai yang menempati 70% dari keseluruhan penampang buah petai yang ada tidak dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu sehingga kulit petai menjadi limbah.
Kehadiran limbah sendiri dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan, salah satunya dengan pemanfaatan kembali melalui proses daur ulang. Kulit petai termasuk dalam limbah berukuran mikro dan dinamis, yaitu limbah yang secara volume tidak dapat dilihat karena banyak sekali dan dampaknya tidak dapat dirasakan secara langsung. Tetapi jika limbah ini dibiarkan akan menimbulkan sampah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat sehingga menyebabkan naiknya resiko terhadap penyakit. Dampak lain yang juga dapat dirasakan terhadap lingkungan, dengan adanya limbah kulit petai dapat mengganggu keindahan estetika lingkungan dari adanya sampah yang ditimbulkan.
Limbah kulit petai selama ini belum pernah diteliti dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna sehingga dapat mengurangi dampak limbah itu sendiri. Menurut observasi yang telah dilakukan oleh penulis, limbah kulit petai merupakan jenis limbah organik padat yang berpotensi untuk mengganti material produk sebagai bahan baku material alternatif. Dari percobaan yang dilakukan juga didapatkan hasil bahwa limbah kulit petai dapat dibentuk menjadi sebuah particle board yang karakternya cocok untuk dijadikan sebuah furniture.

About TARA
Mencampur petai dengan resin dengan perbandingan 50 : 50
2
The Process
Menghancurkan petai hingga menjadi potongan kecil / halus
1
3
Campuran dituangkan ke dalam cetakan dan ditunggu hingga keras






